Halo, Teman Peduli!

Pada tahun 2020 silam, beredar sebuah video yang menyayat hati. Seorang kakek yang disebut merupakan veteran Indonesia berjalan membungkuk dengan membawa tiang berbendera di tangannya.

Masih di tahun yang sama, sebuah media nasional mengangkat kisah Sakiman, seorang veteran Indonesia berusia 110 tahun yang tinggal di Pematangsiantar. Sebagai veteran tertua di Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang Pematangsiantar, Sakiman masih berjuang keras mencari nafkah di masa pensiunnya. Sebelum seperti saat ini, Sakiman pernah menjadi pemecah batu hingga buruh tani untuk menghidupi keluarganya.

Selain dua kisah menyentuh di atas, masih banyak lagi cerita tentang mantan pejuang kemerdekaan yang hidup dengan tidak layak. Inilah yang menjadi alasan berdirinya Sahabat Veteran (SaVe) pada tahun 2010 lalu.

Bagaimana ceritanya? Yuk, simak perjalanannya!

Berdirinya Sahabat Veteran

veteran indonesia

Seorang veteran indonesia. (Dok. sahabatveteran.or.id)

Sahabat Veteran (SaVe) berdiri tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2010. Gerakan sosial ini muncul ketika pendiri SaVe melihat sebuah foto dan tulisan tentang veteran.

Foto itu bertuliskan “Liter of Tears for the Forgotten Hero”. Potret yang ditampilkan adalah seorang veteran tua yang duduk di pinggir jalan sambil menyantap nasi bungkus. Pendiri SaVe pun benar-benar tergugah simpatinya.

Bersama dengan rekan-rekan yang lain, berdirilah SaVe yang kemudian menjadi Yayasan Sahabat Veteran indonesia. SaVe kini diisi oleh banyak anggota dari berbagai latar belakang. Semuanya merupakan relawan, dan tidak ada satu pun yang berstatus anak atau cucui anggota veteran.

SaVe diakui secara resmi oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), satu-satunya organisasi veteran yang resmi di Indonesia. Bersama-sama dengan LVRI, SaVe berharap bisa memberikan apresiasi lebih kepada para veteran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya keberadaan pejuang bangsa yang terlupakan.

Dengan tangan terbuka, SaVe menerima siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota. Tidak ada batasan suku, agama, ras, angkatan, jabatan dan lain sebagainya. Semua bentuk bantuan yang ingin disalurkan kepada para veteran juga diterima dengan baik.

Hingga hari ini, terhitung sudah ada puluhan ribu SaVers—sebutan untuk anggota SaVe yang telah bergabung secara langsung maupun melalui saluran media sosial @sahabat_veteran.

Baca Juga: Belajar dari Para Veteran, Simak 5 Tips Tanamkan Nasionalisme pada Anak

Kegiatan Sahabat Veteran

kegiatan sahabat veteran

Para anggota SaVe saat berkegiatan. (Dok. sahabatveteran.or.id)

Sejak awal berdiri sampai saat ini, SaVe telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain:

  • Memberikan bingkisan dan bantuan
  • Mengadakan acara hiburan
  • Menyediakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemeriksaan gigi gratis
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan mata dan memberikan kacamata secara gratis
  • Mengadakan operasi katarak gratis
  • Mengunjungi rumah para veteran untuk bersih-bersih
  • Membersihkan makam pahlawan
  • Mengadakan pameran foto, konser hingga kegiatan bedah rumah (untuk sementara hanya tersedia bagi veteran Pejuang Kemerdekaan Indonesia).

Tidak hanya apresiasi langsung kepada para veteran, SaVe juga menyebarkan kesadaran kepada generasi muda mengenai para pejuang kemerdekaan tersebut. Hal itu dilakukan SaVe melalui kegiatan yang bertajuk #TransformasiSemangatPerjuangan.

Kegiatan itu dilakukan dengan menyambangi lebih dari ribuan siswa SMP dan SMA di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Kegiatan itu dimulai pada April 2012 di Palembang, Sumatra Selatan, yang disebut “Veteran dan Sahabat Veteran Masuk ke Sekolah”

Sementara itu, pada September 2012, SaVe melanjutkan misinya dengan melakukan kegiatan yang sama, dengan nama “Veteran dan Sahabat Veteran Masuk ke Kampus”. Sesuai namanya, SaVe mendatangi para mahasiswa kampu negeri maupun swasta untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang veteran. Awal mula kegiatan di kampus ini juga dimulai di Palembang.

Bagi SaVe, apresiasi yang diberikan kepada para pejuang bangsa lebih dari sekadar ungkapan rasa terima kasih atau empati, tetapi juga rasa cinta, layaknya cinta seorang anak kepada orang tuanya. Hal ini selaras dengan motto SaVe, “Karena veteran, Indonesia ada. Karena veteran, kita ada. Karena mereka adalah orang tua kita.”

Baca Juga: 6 Tips Melatih Empati Anak, Salah Satunya Berdonasi

Bagaimana Kamu Bisa Ikut Membantu Para Veteran?

veteran indonesia

Para veteran sedang menghadiri acara SaVe. (Dok. sahabatveteran.or.id)

Jika Teman Peduli punya semangat yang sama dengan para anggota SaVe, ada berbagai hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu para veteran. Apa saja itu?

  • Melakukan kunjungan langsung ke rumah veteran. Jika di sekitar tempat tinggalmu ada veteran yang kamu kenal, tidak ada salahnya untuk berkunjung langsung. Meski tidak memberikan bantuan secara materi, kegiatan berkunjung bisa menunjukkan apresiasi terhadap perjuangan mereka.
  • Hubungi Legiun Veteran yang ada di kotamu. Jika kamu ingin memberikan bantuan, kamu juga bisa langsung datang ke Kantor Legiun Veteran terdekat.
  • Bergabung dengan SaVe atau organisasi sejenis. Untuk kamu yang ingin berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan veteran, kamu bisa bergabung dengan SaVe atau organisasi lain yang memiliki misi serupa.
  • Sebarkan kesadaran tentang veteran pada orang-orang di sekitarmu. Tidak harus secara langsung, kamu juga bisa melakukannya melalui media sosial.

Selain berbagai cara di atas, membuat kampanye galang dana di Ayobantu.com juga bisa menjadi cara untuk memberikan perhatian kepada para veteran Indonesia. Mumpung sedang bulan kemerdekaan, yuk tunjukkan rasa terima kasihmu kepada para veteran yang sudah berjuang untuk bangsa ini! Kamu bisa baca selengkapnya Panduan Donasi dan Penggalangan Dana di Ayobantu.com untuk tahu caranya.

Yuk, lanjutkan perjuangan SaVe dalam menyejahterakan hidup para veteran yang terlupakan!

 

Baca Artikel Lainnya

Kanker Tulang Semakin Parah, Bantu Raffa Kembali Bersekolah

Serangan Penyakit Lupus Buat Kulit Ibu Sri Mengelupas Parah

Penyakit Epilepsi Belum Membaik, Okta Butuh Bantuan Teman Peduli